Teknik Propaganda

19 02 2007

Dari sejarahnya sendiri, propaganda awalnya adalah mengembangkan dan memekarkan agama Katholik Roma baik di Italia maupun negara-negara lain. Sejalan dengan tingkat perkembangan manusia, propaganda tidak hanya digunakan dalam bidang keagamaan saja tetapi juga dalam bidang pembangunan, politik, komersial, pendidikan dan lain-lain.

Oleh karena itu, dewasa ini kita mengenal (teknik) propaganda juga digunakan dalam bidang seperti humas, kampanye politik dan periklanan. Ini pernah diakui oleh Brown dan Both dalam Werner J Severin dan James W Tankard (1979), “Propaganda would include much of advertising, much of political campaigning and much of public relations”.

Dalam menghadapi masyarakat yang tingkat pendidikannya belum begitu tinggi, teknik berkomunikasi dengan tatap muka akan lebih efektif dibanding dengan komunikasi lewat media massa. Sama saja ketika orangtua sedang melakukan komunikasi dengan anaknya. Jika komunikasi itu akan menghasilkan sesuai yang diharapkan orangtua, ia harus melihat keadaan objeknya. Tentu ini akan mendasari pula pemilihan teknik berkomunikasi jika yang dihadapi anak remaja dan kanak-kanak.

Fakta inilah yang mendasari pula bahwa propaganda membu­tuhkan sebuah teknik yang tepat. Jika diamati secara lebih dalam, ada beberapa teknik yang bisa digunakan dalam melancarkan pro­paganda. Efektif tidaknya dan pilihan mana yang digunakan sangat bergantung pada kondisi komunikan, kemampuan komunikator (propagandis) dan lingkungan sosial politik dan budaya masyarakatnya. Berikut beberapa teknik propaganda tersebut.

1. Maine Calling

Name Calling adalah propaganda dengan memberikan sebuah ide atau label yang buruk. Tu juannya adalah agar orang menolak dan menyangsikan ide tertentu tanpa mengoreksinya/memeriksanya terlebih dahulu.

Salah satu ciri yang melekat pada teknik ini adalah propagandis menggunakan sebutan-sebutan yang buruk pada lawan yang dituju. Ini dimaksudkan untuk menjatuhkan atau menurunkan derajat seseorang atau sekelompok tertentu. Sebutan, “jahanam”, “biang kerok”, “provokator”, ” Partai Komunis Indonesia (PKI)” “Gerakan Pengacau Keamanan (GPK)” menjadi ciri khas yang melekat pada teknik ini. Teknik ini sering digunakan dalam propaganda tisan.

2. Glittering Generalities

Glittering Generalities adalah mengasosiasikan sesuatu dengan suatu “kata bijak” yang digunakan untuk membuat kita menerima dan menyetujui hal itu tanpa memeriksanya terlebih dahulu.

Teknik propaganda ini digunakan untuk menonjolkan propagandis dengan mengidentifikasi dirinya dengan segala apa yang serba luhur dan agung. Dengan kata lain propagandis berusaha menyanjung dirinya mewakili sesuatu yang luhur dan agung. Ungkapan kata-kata “demi keadilan dan kebenaran” menjadi salah satu ciri teknik propaganda ini. Sekedar contoh adalah, “Demi keadilan dan kebenaran, maka demokrasi harus ditegakkan dalam semua bentuknya” yang pernah sangat marak ketika era reformasi tiba dan banyak diteriakkan oleh mahasiswa.

Teknik ini dimunculkan untuk mempengaruhi persepsi masyarakat agar mereka ikut serta mendukung gagasan propagandis. Hanya kelemahannya, kadang sang propagandis sangat menonjol­kan dirinya dengan sebutan agung dan luhur serta menganggap dirinyalah yang paling benar sedangkan orang lain salah. San-jungan ini mempunyai kelemahan jika propagandis termasuk orang yang tak mau kompromi dan mempunyai tujuan terselubung pada setiap tindakannya. Akibatnya, bisa jadi menimbulkan klaim kebenaran sepihak.

3. Transfer

Transfer meliputi kekuasaan, sanksi dan pengaruh sesuatu yang lebih dihormati serta dipuja dari hal lain agar membuat “sesuatu” lebih bisa diterima.

Teknik propaganda transfer bisa digunakan dengan memakai pengaruh seseorang atau tokoh yang paling dikagumi dan berwibawa dalam lingkungan tertentu. Propagandis dalam’hal ini mempunyai maksud agar komunikan terpengaruh secara psikologis terhadap apa yang sedang dipropagandakan.

Transfer juga bisa digunakan dengan menggunakan cara simbolik, Seorang calon presiden yang kurang terkenal dari Chicago bernama Lar Daley biasa berkampanye menggunakan pakaian khas “Paman Sam”. Presiden Richard Nixon sendiri biasa menggunakan sebuah bendera Amerika pada bagian depan leher baju pada saat kampanye pula.

4. Testimonials

Testimonials berisi perkataan manusia yang dihormati atau dibenci bahwa ide atau program/produk adalah baik atau buruk. Propa­ganda ini sering digunakan dalam kegiatan komersial, meskipun juga bisa digunakan untuk kegiatan politik.

Dalam teknik ini digunakan nama seseorang terkemuka yang mempunyai otoritas dan prestise sosial tinggi di dalam menyodorkan dan meyakinkan sesuatu hal dengan jalan menyatakan bahwa hal tersebut didukung oleh orang-orang terkemuka tadi.

5. Plain Folk

Adalah propaganda dengan menggunakan cara memberi identifikasi terhadap suatu ide. Teknik ini mengidentikkan yang dipropagandakan milik atau mengabdi pada komunikan. Misalnya dengan kata-kata milik rakyat atau dari rakyat. Richard Nixon menggunakannya secara halus dan cerdik selama menjadi presiden, terutama dalam melawan tuduhan Watergate. Selama melakukan perjalanan ke Houston, dia minum kopi di sebuah counter makanan ringan di dalam toko obat dan ngobrol dengan pelayan. Potret dari pemandangan itu dipublikasikan ke semua penjuru dunia.

Cara yang dilakukan Nixon ini (basa basi politik) seolah menunjukkan bahwa ia adalah milik rakyat, bagian dari mereka dan akan berada di depan dalam memperjuangkan kepentingan mereka pula.

6. Card Stacking

Card Stacking meliputi seleksi dan kegunaan fakta atau kepalsuan, ilustrasi atau kebingungan dan masuk akal atau tidak masuk akal suatu pernyataan agar memberikan kemungkinan terburuk atau terbaik untuk suatu gagasan, program, manusia dan barang.

Teknik propaganda yang hanya menonjolkan hal-hal atau segi baiknya saja, sehingga publik hanya melihat satu sisi saja.

7. Bandwagon Technique

Teknik ini dilakukan dengan menggembar-gemborkan sukses yang dicapai oleh seseorang, suatu lembaga atau suatu organisasi. Dalam bidang ekonomi, teknik propaganda ini digunakan untuk menarik minat pembeli akan suatu produk tertentu yang laku keras di pasaran. Sebuah perusahaan minuman ringan dengan semboyan “Inilah Generasi Pepsi”, memberi kesan bahwa seluruh generasi meminum produk itu.

8. Reputable Mounthpiece

Teknik yang dilakukan dengan mengemukakan sesuatu yang tidak sesuai kenyataan. Teknik ini biasanya digunakan oleh seorang yang menyanjung pemimpin, akan tetapi tidak tulus. Bung Karno pernah diangkat sebagai waliyul amri dan panglima besar revolusi. Teknik ini dilakukan karena ada ambisi seseorang atau sekelompok orang yang ingin aman di lingkaran kekuasaan. Atau bisa jadi teknik ini untuk memerosokkan pemimpim dengan mengemukakan yang baik-baik saja sehingga, sang pemimpin jadi lupa diri. Ini dimungkinkan sebab dengan cara lain tidak bisa dilakukan. Maka jalan memuji yang pada prinsipnya ingin menjatuhkan pun dilakukan.

9. Using All Forms of Persuations

Teknik yang digunakan untuk membujuk orang lain dengan rayuan, himbauan dan “iming-iming”. Teknik propaganda ini sering digunakan dalam kampanye Pemilu. Di Indonesia untuk mendapatkan simpati masyarakat, ada sebuah partai politik yang menjanjikan pada masyarakat untuk mengenyam pendidikan gratis jika partainya menang. Ada pula, partai politik yang menjanjikan akan mengaspal suatu jalan jika warga di daerah tersebut memenangkan partai tertentu.

Sumber:

Nurudin, Komunikasi Propaganda, Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.


Aksi

Information

5 responses

11 11 2008
Nurudin

saya berkunjung pak, terima kasih telah menjadikan buku Komunikasi propaganda sebagai rujukan. terima kasih
(Nurudin)

15 04 2010
KEN YUYUD

kok G da contohnya ?

29 01 2012
elfa

pak, saya mau tanya
buku the fine art of propaganda bisa ditemukan dimana ya?
terima kasih

8 08 2013
chicago Events

When I initially left a comment I seem to have clicked the -Notify
me when new comments are added- checkbox and now whenever a
comment is added I recieve 4 emails with the exact same comment.
There has to be an easy method you can remove me from that service?
Appreciate it!

7 03 2014
bijan..aa

thnks…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: