Nikah Kilat Ekspres Khusus

7 03 2007

(Bekasi, 4 Maret 2007)-Nikah Ekspres. Saya memberi istilah Nikah Kilat Ekspres Khusus. Sudah Kilat, plus Ekspres, disempurnakan dengan Khusus. Ini bukanlah bayangan yang ada dalam pikiran saya tentang arti sebuah pernikahan. Tapi terus terang, saat ini, bayangan stress penuh tekanan tidak menghampiri saya. Semoga tidak juga selanjutnya. Memang, semula saya pesimis, tepatnya sangsi, bisa nggak sih kami mempersiapkan pernikahan secepat ini? Ternyata. Baik buruknya tindakan kita, benar-benar tidak akan terjadi tanpa adanya campur tangan Tuhan.

Permintaan kami cukup sederhana. Kalau memang kami berjodoh. DirestuiNya untuk menyegerakan menikah. Mendapat barokah untuk menikah di bulan baik. Tolonglah kami, berikan kami kemudahan dalam beribadah kepadaMu. Ndelalah! Setelah lebih dulu menelepon dua catering service yang belum jelas keberadaannya. Bahkan gedung kosong pun kami belum terbayang dimana letaknya. Dalam perjalanan pulang menghadiri pernikahan rekan sekantor saya. Bertujuan mengantar Mi Vida pulang kembali kerumah. Tanpa sengaja kami menemukan satu rumah. Tampak biasa saja. Cuma ada papan kecil bertuliskan Rifqy Catering Service & Wedding Organizer (selanjutnya saya sebut WO) serta gebyok jawa di depan rumahnya, pertanda kalau penghuni rumah ini biasa mengatur sebuah pernikahan.

Lil, mampir kesitu bentar yuk. Saya sedang lelah, sedang berada di titik klimaks. Kaki kanan saya ingin meneruskan rencana ini. Kaki kiri saya sedang menari-nari (weee, salah kira nih yeee😆 ). Udah lah, catet aja nomor teleponnya­-yang tercantum di papan nama di depan rumahnya-Nanti kita telepon aja! Pikiran saya yang masih kosong menyebabkan saya berkata seperti itu. Tekanan dari orang tua wanita, orang tua saya, bahkan Pasangan saya sendiri sungguh hebat efek sampingnya. Saya yang berada ditengah-tengah cuma bisa melongo. Tak ingin menyinggung siapapun, tapi juga tak ingin mengecewakan siapapun. Semua pihak benar, tapi bagaimana membuat semua merasa Win-Win-Solution­ tercapai. By the way menurut ilmu Negosiasi yang pernah saya pelajari, Bullshit! Yang ada hanyalah Win-Lose-Solution, harus ada satu pihak yang rela berkorban, meskipun sedikit.

Terlepas dari ada atau tidaknya pihak yang merasa berkorban dalam kasus saya ini. Saya bersyukur karena Mi Vida berinisiatif untuk menanyakan langsung ke dalam rumah WO. Bwahahaha. Syukur Alhamdulillah. Harapan-harapan dan terpaan asa mulai membangkitkan semangat saya kembali. Mudah-mudahan di awal yang baik ini kami bisa memulai keluarga yang baik pula. Btw, keluarga saya belum melamarnya lho! Hehehe, Pernikahan yang aneh. But I like it.

Quote of the day

“Jangan pernah menyerah, sesungguhnya di titik menyerah itulah kegagalan kita dimulai!”

(Maret 2007, Countdown to the big Day; Ulil Nurasatya)


Aksi

Information

14 responses

7 03 2007
Prima

(Laughing Out Loud)
This is a funny story😀
Believe Or Not….Alloh-lah yang sebenarnya “menuntun” kita untuk bertemu dengan “kemudahan”.
Kalau kamu sadar….aku sedang menerapkan prinsip “THE SOONER THE BETTER” sekaligus sedang menikmati hidayah dari Yang Maha Kuasa, yang terbukti benar-benar ada buat kita (orang-orang yang berniat baik) dan menunjukkan kekuasaanNYA lewat berbagai petunjuk dan kemudahan yang kita peroleh.

BTW, Ntar pas lamaran resmi, aku jawab apa ya?🙂

PS: Ralat! Nama WO-nya adalah Rizqi Agung, Jln. Pangrango, Jatibening…(Mungkin ada lagi yg berencana untuk melakukan pernikahan-pernikahan kilat lainnya, bisa dicoba Wedding Organizer ini,hehehehe)

7 03 2007
mima van de laar

kenapa sekarang bentuk tulisan ketawanya wiwit, jadi: bwahahaha…itu trademarknya atoen! hehe.

anyway… jadi dah mau countdown nih?
biar lo makin stress wit, cepetaaannnn! pokoknya tahun ini. en the sooner the better. perasaan kemaren gw juga dah kasih comment, tentang niat baik en the sooner the better ato apalah…eeh prima juga nulis hal yang sama..
nah berarti itu tanda wit, yaitu: the sooner the better lah!

wish both of you succes! and if ever you need any help. lemme know yah!

7 03 2007
Ulil

@Caca
Hehe, salah ya… salah liat sih. Yang dilihat cuma nomor teleponnya😀

@mima
iya, sengaja kok buat nyindir atun. bwehehe😆

8 03 2007
aToEn

K……….U………..N………Y……….U…………….Kkkkkkkk!!!!
woy, kok gw di bawa2…..??? hihihi
iya tuh trademark gw diambil….huuuu penonton kecewa!
yg kreatip donk…wuehehehe.
cciiie……ciiiieeeee…………………….ada yg countdown neh…:p
mau WO yg lain lagi gak?
ada tuh tmn gw. daerah mampang. namanya CTHRU.
tmn gw sih disitu. kmrn ngerjain weddingnya Nafa Urbach.
tapi gak tau jg sih mahal apa ngga-nya.
btw, prinsip “THE SOONER THE BETTER” kalo gak da kambingnye, gimane mo kawiiiiinnn….???? hihihi pisss…:p

8 03 2007
mima van de laar

iiih si atoen sensi soal the sooner the better. ini hanya diterapkan pada oran-orang yang sebenernya udah siap semua tapi masih menunda-nunda toen… hehe… so take it easy honey! hehe..

hope to see you all real soon, deh. dah gatel neh pengen ketawa ketiwi ama kalian

9 03 2007
aToEn

bwahahahaha…..
SENSI is my middle name mim….😛
wah, ini blog knp berasa kyk mediator buat chatting ya? *dodoL mode on!*

9 03 2007
Ulil

Ooo, jadi itu mall baru di senayan punya lo ya tun. Makanya dinamain sesuai dengan nama lo?😆 . Gw kira nama lo “Datun” bwahahaha! kalo sayawiwit😛 . Nggak papa lagi, kalo mau chatting di sini, nanti kan blog gw jd update terus hihihi.

9 03 2007
Prima

Bismillahirrahmaanirrahiim
Attention Please!
Bagi yang tidak mengerti….SENSI adalah “nama gaul” yang ditujukan untuk Senayan City…(Misalnya PLANGI adalah “nama gaul” untuk Plaza Semanggi, dst.)

To Meema:
Klo persiapan pernikahan ini “lelet” dgn alasan persiapan pernikahan itu nggak gampang lho! (Ah, bullsh*t!), krn bagi gue Itu sama aja dgn prinsip “The Later The Better”. So in my case, I really want to prove that wedding preparation doesn’t need a long time apalagi di era digital seperti ini. Klo lambat, akan tergilas…taeellaahhhh)

To: Atun
Semenjak punya cerita2 ttg pernikahan, blog wiwit ini memang jadi ramai dikunjungi! (Wiwit pasti Ge-eR tuh!) apalagi oleh kalian (Fans Berath BLOG INI-yg mau tahu latest update of our wedding story-behind the scnene-nya!) One thing for sure, I definitely agree klo posting comments jadi sarana buat sekalian kita chatting😀 dan ber-“bwahahahahaha”

To My Future Husband:
Mana nih the latest up-date…??
Btw, jaga kesehatan…(Lahir Batin)
Siap married!! Siap jadi dewasa!!
Siap menafkahi dan dinafkahi!
Cheers😀

9 03 2007
aToEn

ya ampuuunnn…ini komen melebar kemana-mana yah….???
melupakan akar permasalahan nih kyknya.
Tolong dooonkkk…
kerangka teorinya yg jelas ya!
coba..coba…diperbaiki lagi yaaaa….
hihihi
*curhat dr seorg mhswa yg sdg stres tingkat tinggi*

9 03 2007
mima van de laar

to prima: saya belum dinafkahi!!!!!!!!!! (ga sebut lahir ato batin loh!)

9 03 2007
Ulil

waduuh, ngobrolnya jadi out of topic. Bagaimana kalau ngobrolnya pindahan aja. Jadi masuk ke RUANG TAMU saya aja ya. Biar enak. Naruh minumnya kan jadi gampang😆

17 03 2007
Evy

Waduuh yang lagi bulan madu, selamat yaa… semoga bahagia selalu🙂

1 11 2007
nana

Assalamualaikum..
Mba Prima, alamat lengkap WO Rizqi Agung dimana? Sekalian no telponnya yah.. Saya butuh referensi WO neh… Mau nikah lumayan pusing… Saya mengalami hal yg sama dengan kisahnya Mas Ulil…
Bingung sama pendapat orang tua, keluarga, dan camer… Mengenai tgl baiknya org Jawa, memang harus dilaksanain yah??… Saya tunggu masukan dr mba..

Thanx..

1 11 2007
Prima

Dear Nana,

sebelumnya terima kasih atas comment yang kamu posting di blog Ulil (suami gw). Sudah lama Ulil tidak meng-up date blog pribadinya itu karena kami berdua memang sudah punya blog baru “daulica”, dimana kami share stories tentang kehidupan berumah tangga kami as married couple.

Cukup surprised juga sih karena ternyata di luar sana, ada pula org2 yg mengalami kejadian serupa dengan yg dialami oleh kami berdua (Ulil dan gw). Kalau boleh cerita sedikit, kami sudah 8 tahun pacaran…dan dengan alasan untuk menjauhi dosa, maka gw mendesak Ulil untuk menikahi gw atau putuskan hubungan pacaran (waktu itu kami sudah cukup umur, Ulil sudah bekerja, dan gw udah lulus kuliah dan baru mulai kerja).

Di Indonesia sendiri, yg namanya menikah itu sama artinya dengan menyatukan dua keluarga besar. Memang perjuangan banget kala itu untuk menikah, mengingat kami berdua adalah anak pertama dan dalam keluarga inti kami, belum pernah ada pengalaman menikahkan anak.

Singkat kata, permintaan kami berdua untuk dinikahkan akhirnya disetujui oleh orang tua dari kedua belah pihak. Sekarang tinggal cari tanggal dan memulai persiapan. Gw pribadi ingin sekali menikah bertepatan dgn hari kelahiran Rasulullah SAW (jujur saja,, ini terinspirasi dari cerita Aa Gym yg menikahi istri pertamanya di Tgl. 12 Rabi’ul Awwal. Meski begitu semoga suami gw tidak sampai berniat mengikuti jejak Aa Gym untuk beristri dua yah, hahahahaha..mohon doakan..AMIN!). Lihat-lihat di kalender, tgl. merah yg bertepatan dengan 12 Rabi’ul Awwal 1428H itu ternyata hanya tinggal sebentar lagi (kira sebulan lebih sedikit). Orangtua gw sempet menentang gw menikah di tgl. itu krn menurut mereka menikah di tgl. itu terlalu cepat (mana ada yg bisa menyiapkan pernikahan dlm waktu satu bulan!!). Agak gila memang, si Ulil pun sempat bingung. Dia gak tau hrs bagaimana kala itu. Gw sendiri keukeuh ingin melaksanakan pernikahan di tgl. itu. Gw sangat percaya dan yakin, kalau kita berniat baik, Alloh akan memudahkan dan memberi jalan. Apa yg dirasa sulit bagi manusia, tidaklah sulit buat Alloh (itu aja sih “pegangan” gue).

Berbekal brosur-brosur yg gue dan suami ambil waktu dtg ke pernikahan temen-temen, akhirnya gue searching.. Sempet putus asa juga, krn contact number yg kita hubungi adaaa…aja masalahnya. (Waktu itu hari sabtu memang, bukan hari kerja, jd mereka banyak mengurusi pesta/resepsi). Sedih sekali, krn gue pengen banget nikah di 12 Rabi’ul Awwal. Pas perjalanan pulang, gue ngelewatin rumah si pemilik WO Rizqi Agung itu. Bener-bener suatu kebetulan yang tak disangka. (Si Ulil tadinya udah nggak mau mampir, Na. Tapi gue tetep keukeuh). Alhamdulillah si Mbak Siwi (pemilik WO) ada di tempat dan beliau membantu kami memberi penjelasan soal persiapan pernikahan. Yang bikin seneng sih, Mbak Siwi semakin membuka harapan gue untuk melaksanakan pernikahan se’kilat’ mungkin, hehehehhehehee….. such as..dimana nyetak undangan yg jadi dlm waktu hanya dua hari, gimana ngurus ke KUA, dsb. Intinya kita gak usah ribet, semua mereka yg urus. (Tingal pilih paket pernikahannya aja)

Ini alamatnya ya Na, for your reference:

Rizqi Agung

Wedding and Catering Organizer

Jln. Pangrango No. 22 Jatibening I

Pondok Gede, Bekasi 17412

Telp. 8471790

HP 08128188130 (CP Mbak Siwi)

Btw, soal keharusan menikah di hari “baik” (sesuai perhitungan tanggalan jawa), kalau menurut gw sama suami sih gini Na..

kalau dulu mungkin mudah untuk menyesuaikan. kalau sekarang mau ngadain dirumah, tanggalan jawa bisa diikutin. Tapi untuk yang digedung, biasanya lebih ngikutin jadwal gedung (yang biasanya penuh terus). Kalau maunya tetap digedung, solusinya: akadnya ngikutin tanggalan jawa diadain dirumah, tapi resepsinya di gedung, ngikutin jadwal gedung (tergantung dananya nih klo kayak gini, hehehehehe).

Alhamdulillah, dulu gue sama Ulil setelah dihitung pake tanggalan Jawa, hari baiknya emang pas itu (bulan Mulud hari Sabtu Pahing, kebetulan pas tgl. 31 Maret 2007 lalu itu, pas tgl. 12 Rabi’ul Awwal danpas Sabtu pahing, hehehehhehehhee…makanya gue keukeuh..krn secara tanggalan jawa pun emang bagusnya di hari itu. Kebetulan lagi..gedung yg kami pilih kosong di tanggal segitu, jadi alhamdulillah,…segala sesuatunya memang dimudahkan oleh Alloh SWT.)

Percaya gak Na..

Setelah dapet kepastian gedung dari Mbak Siwi, baru keluarganya Ulil datang melamar, hehehehehehhe…bukan melamar dulu baru nentuin gedung….hahahahahhaahha…

Oke deh..selamat berjuang ya Na. Semoga jalanmu dimudahkan olehNYA. Keep updating us. Thank you

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: